Rabu, 05 Desember 2012

Puisi "Langit pun Menagis"

Langit Pun Menangis
Awanpun mulai menangis ketika kuteriakan sakit
Mungkin langit tahu apa yang aku rasakan
Membasahi bumi dengan air hujan
Dewa pun terdiam dan tidak mampu menjawab
Raga tak terluka namun serasa jarum masuk kedalam jiwa
menusuk semakin dalam
Aku juga tak mengerti kenapa ini terjadi
Semakin dipikir semakin sakit dan sakit
Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali
Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..
tapi kenapa kamu tega benamkan hati ini dalam luka
kamu tinggal pergi entah kemana.

Kamu Pergi Tanpa Alasan
Keindahan cinta akan ternoda bila kebohongan telah hadir
Begitu indahnya bibirmu saat mengungkkan kehohongan itu..
Tak ada rasa sakit bila itu kamu yang melakukannya
Dengan mudah kamu berkata ” maaf kita tidak bisa jauh lagi berjalan “
Tanpa menyadarinya aku masih bingung
Mengartikan kata kata itu melucur dari bibimu
Dengan senyum polosmu, seperti tak berdosa
Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri
Bagaikan disambar halilintar disiang bolong.
Begitu teganya kamu lakukan ini padaku..
Disaat aku sudah mulai mencintaimu dengan sepenuh hati..
Tak sanggup aku melihatmu..
Yang dulu begitu indah, sekarang bagaikan melihat hantu..
Harus dimana aku tempatkan diri ini jika bertemu kamu…
Yang aku tau, janji dan impian kita tak mungkin lagi bisa terwujud,..
Tak tahu apa yang merubah hatimu kepadaku..
Tanpa penjelasan yang rinci kamu pergi
Entah mengapa begitu mudah kamu putuskan cinta kita..
Bahkan entah mengapa sampai saat ini kamu tak pernah katakan, apa salahku..
Sudah kuserahkan segalanya untuk kamu..
Padahal sudah kugantungkan seluruh harapanku padamu..
Walau kadang terkesan hati ini mengiba atas cintamu..
Mungkin memang semua ini harus berakhir sampai disini..
Kadang aku berfikir untuk apa hidup ini tanpamu..
Namun aku harus sadari memang jalan kita cuma sampai disini
Hatiku perih.. dan perih entah sampai kapan bisa kembali
Ungkapkan rasa sakitmu dalam puisi patah hati, karena bisa dikenang dan dipelajari bila nanti cinta sudah tumbuh kembali. Patah hati adalah liku liku hidup dalam bercinta sampai kita menemukan arti cinta kita yang sebenarnya.
---
kopihijau.info



Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terjemahkan