Sabtu, 01 Desember 2012

Mengenal Jenis Web Hosting dan Tingkatannya

Mengenal Jenis-jenis Web Hosting dan Tingkatannya

Pada tutorial beberapa waktu yang lalu, Anda telah mengenal web hosting dan cara memperolehnya. Kali ini, kita bahas jenis-jenis web hosting dan tingkatan-tingkatannya. Model dan jenis web hosting yang dibahas ini merupakan yang lazim digunakan orang di internet.

Web Hosting Server

Free Hosting
Merupakan layanan web hosting gratis. Anda biasanya cukup mendaftarkan diri dan menempatkan file web Anda di sana setelah diterima menjadi anggota. Sang penyedia biasanya juga menawarkan pemilihan subdomain untuk alamat situs pengguna dan menyediakan aplikasi instan untuk membuat website. Sang penyedia layanan umumnya memberikan batasan-batasan tertentu, atau menyisipkan iklan mereka di halaman web Anda sebagai balas jasa. Contoh: 000webhost, idhostinger, dan banyak lagi, termasuk yang berbasis blog seperti blogger dan wordpress. Cocok digunakan oleh orang yang ingin belajar membuat website atau blog.

Shared Hosting
Merupakan layanan web hosting berbayar yang paling murah. Secara teknis, penyedia layanan mengkapling-kapling sebuah server dan sumberdayanya (termasuk harddisk dan memori), sehingga dapat dipakai bersama-sama oleh puluhan hingga ratusan website. Pengguna layanan lantas cukup memilih paket "kapling" yang sudah disediakan, misalnya dengan ukuran space tertentu (10 MB, 50 MB, 100 MB, dst.). Hampir semua layanan web hosting Indonesia menawarkan paket shared hosting. Jenis jasa layanan ini paling banyak digunakan orang karena dikenal paling murah. Namun, karena sumberdayanya dipakai secara bersama dan ada pembatasan-pembatasan tertentu, shared hosting tidak cocok digunakan untuk website besar (yang ramai pengunjung atau membutuhkan sumberdaya tinggi).

Reseller Hosting
Merupakan layanan "makelar" web hosting. Mereka sebenarnya bukan pengelola layanan web hosting, namun perpanjangan tangan dari penyedia layanan web hosting tertentu, namun diberi kewenangan untuk menjual kembali, membuat paket-paket, dan menggunakan nama/label/merek sendiri untuk layanan hosting yang mereka tawarkan. Umumnya penyedia jasa hosting menawarkan model kerjasama reseller. Model ini cocok digunakan oleh orang yang ingin memulai bisnis web hosting namun masih memiliki keterbatasan sumberdaya (baik segi keuangan, kemampuan teknis, atau lainnya).

VPS Hosting
Merupakan layanan web hosting berbayar yang agak mahal. Secara teknis, penyedia layanan web hosting membagi sumberdaya sebuah server menjadi beberapa server virtual. Berbeda dengan shared hosting yang dipakai secara berjamaah, server yang dipakai untuk VPS hanya dibatasi untuk beberapa pelanggan saja agar performa masing-masing server virtual bisa terjaga kinerja dan sumberdayanya. Pengguna layanan VPS bisa memilih paket yang disediakan (biasanya perbedaan terletak pada besarnya space, batasan bandwidth, alokasi memori yang diberikan, dan bantuan teknis pengelolaannya). VPS (Virtual Private Server) memiliki kelebihan pada keleluasaan pelanggan dalam mengelola hosting yang disewanya, karena masing-masing memiliki hak akses ke root, memilih sistem operasi, menginstal aplikasi sendiri, dan bisa digunakan untuk beberapa website sekaligus. VPS cocok untuk website skala menengah ke atas (ramai pengunjung) atau digunakan oleh orang yang memiliki website banyak.

Dedicated Hosting
Merupakan layanan web hosting berbayar yang cukup mahal. Penyedia layanan web hosting menyewakan sebuah server kepada seorang pelanggan saja. Pelanggan secara penuh dapat menggunakan server dan sumberdaya untuk kebutuhan sendiri, seakan-akan menjadi pemilik server tersebut. Jadi penyedia hanya memiliki fisik server, namun penggunaan, kontrol, dan segala resiko sistem di server menjadi hak dan tanggung-jawab sang pelanggan/penyewa. Jenis ini sangat cocok digunakan oleh website, intitusi atau organisasi skala besar yang ingin "memiliki" server sendiri tanpa harus berinvestasi untuk membeli server internet.

Colocation Hosting
Merupakan layanan web hosting berbayar yang paling mahal. Penyedia layanan hanya menyediakan tempat dan prasarana pendukung, adapun pelanggan harus menyediakan komputer server sendiri. Jadi penyedia layanan colo hanya menyewakan tempat, akses internet, dan jasa perawatan server. Pelanggan juga bisa menugaskan seseorang untuk merawat server di data center, memperbaiki kerusakan, dan sebagainya. Model ini sangat disarankan bagi institusi dan organisasi besar.



Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terjemahkan