Kamis, 11 Oktober 2012

Bertemu, Sungai Air Tawar dan Asin ini Tidak Bercampur

Sungguh Besar Kekuasaan Ilahi. Di bagian selatan dekat Cape Town, Afrika Selatan, terdapat dua sungai yang berbeda - pertama sungai air asin, sementara yang lainnya sungai air tawar- yang saling bertemu, namun keduanya tidak pernah bercampur. Kedua aliran sungai itu bagaikan dibatasi oleh satu penghalang. Ombak besar, arus yang kuat, dan laut pasang seolah-olah tidak membuat keduanya mampu melampaui penghalang itu. Berikut gambar dua sungai asin vs tawar yang berlokasi di bagian Selatan Cape Town, Afrika Selatan tersebut. pertemuan_airlaut_tawar1 pertemuan_airlaut_tawar2 Menurut berbagai sumber, keajaiban alam ini baru diketahui menjelang abad ke-20. Namun sebenarnya fenomena alam yang menakjubkan itu sudah disebutkan dalam Al-Qur'an 1400 tahun yang lalu. Alquran menyebutkan bahwa ada penghalang di antara dua laut yang bertemu dan keduanya tidak bisa melampauinya. "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Al Qur'an, 25:53) "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing." (Al Qur'an, 55:19-20) Adanya penghalang yang memisahkan dua jenis air sungai berbeda ini, juga sudah diteliti dan dibenarkan oleh hasil riset ilmu pengetahuan modern. Ini bisa dijelaskan secara ilmiah bahwa setiap laut memiliki temperatur, kadar garam, dan kepadatan masing-masing. Misalkan air laut mediterranea yang terasa hangat, asin, dan ringan. Ketika air laut mediterranea memasuki benua Atlantik melewati ambang Gibraltar, air ini bergerak beberapa ratus kilometer memasuki kedalaman benua Atlantik hingga sekitar 1000 meter. Namun, karakteristik airnya tetap hangat, asin, dan dengan kepadatan yang ringan juga. Ilmu pengetahuan modern juga telah menemukan bahwa di dalam muara, di mana air tawar dan air asin bertemu, kondisinya agak berbeda dari yang ditemukan di tempat di mana dua lautan bertemu. Di sini ditemukan bahwa 'penghalang' air tawar dari air asin di muara adalah "zona pycnocline" yang ditandai dengan diskontinuitas kerapatan yang memisahkan dua lapisan. Partisi ini (zona pemisahan) memiliki kadar keasinan yang berbeda dari air tawar dan dari air garam. Kejadian serupa juga bisa ditemui di Manaus Amazon. Di mana dua aliran air (sungai) bertemu, bahkan jelas terlihat perbedaan warna airnya, namun mereka tidak saling bercampur karena perbedaan suhu dan kecepatan aliran.
amazon-manaus-meeting-of-the-waters meeting of two rivers in Manaus Amazon Penjelasan di atas, bisa jadi juga akan menguak misteri Cenote Angelita atau Goa Bidadari Kecil di Meksiko yang sangat fenomenal. Di mana banyak terdapat keajaiban, diantaranya; jika kita menyelam sedalam lebih dari 30 meter, maka kita akan menemui lingkungan air yang di sekitarnya segar layaknya air tawar.
sungai_bawah_laut_meksiko cenote angelita atau sungai di bawah laut di Meksiko Namun setelah kedalaman melebihi 60 meter, air akan berubah menjadi asin. Kita juga akan melihat pemandangan sebuah “sungai” dengan pepohonan dan daun-daun yang berguguran lalu mengambang. Ajaibnya, kedua jenis air itu tidak tercampur, air tawar tidak mempengaruhi air asin, juga sebaliknya. Keajaiban lain, pepohonan di sana bisa hidup dan tumbuh di dalam air tanpa oksigen dan cahaya matahari. JONGJAVA.COM



Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terjemahkan