Kamis, 11 Oktober 2012

Heboh Jasad dan Peri Terbang

Berulangkali dunia maya dihebohkan dengan munculnya gambar peri, baik yang berupa jasad makhluk kecil bersayap maupun berupa foto makhluk kecil bercahaya yang sering dikenal dengan peri Derbyshire di halaman rumah. Salah satu jasad makhluk menghebohkan yang diyakini sebagai peri ini ditemukan oleh seorang warga di atas gundukan tanah di sekitar pekarangan rumahnya. Saat pertamakali melihat,orang tersebut mengira makhluk ini merupakan jasad anak kecil,maka ia pun bergegas meraih telpon genggamnya untuk menghubungi Polisi. Karena penasaran,Sebelum polisi tiba di tempat,ia sempat mendekat dan melihat-lihat jasad makhluk tersebut. Di dalam hatinya dia juga sempat berfikir dan merasa janggal,mengapa jasad makhluk kecil yang satu ini mempunyai sayap mirip dedaunan? badannya terlalu mungil untuk ukuran seorang balita? Bahkan ketika polisi tiba,mereka juga bingung dan tidak mengerti,sebenarnya ini makhluk apa? Menurut laporan dari hasil X-ray,makhluk tersebut memiliki struktur tulang mirip dengan susunan tulang pada balita,namun pada badannya sedikit berongga seperti jenis hewan insecta. Uniknya,ia juga memiliki bentuk fisik mirip dengan manusia,mempunyai 2 tangan lengkap dengan 5 jari,dua kaki,dan pada bagian kepalanya terdapat lapisan jaringan kulit sangat tipis yang ditumbuhi rambut berwarna pirang keemasan. Tapi yang aneh,mengapa makhluk ini mempunyai sayap dan tinggi badannya tergolong sangat kecil,antara 10-20 cm tingginya. Jasadnya juga tidak membusuk,namun malah mengering dan sama sekali tidak mengeluarkan bau busuk. Pada struktur sayapnya sendiri,walaupun sekilas jika dilihat mirip dengan dedaunan, tetapi ini bukanlah merupakan sejenis daun,jika diraba maka akan terlihat perbedanya. Sayapnya mirip dengan struktur sayap hewan-hewan insecta pada umumnya. Sampai saat ini,tim forensik yang meneliti jasad makhluk ini belum mengerti sepenuhnya mengenai jenis dan identitasnya. Tetapi dari berbagai kesimpulan yang didapat, makhluk tersebut memilik struktur DNA mirip dengan DNA manusia, namun juga terdapat banyak kesamaan dengan hewan-hewan insecta. Di wilayah pedesaan Derbyshire Countryside,Inggris sendiri,menurut penuturan beberapa penduduk setempat, memang pada malam hari sering muncul sinar-sinar cemerlang misterius yang berterbangan di beberapa tempat didaerah itu. Biasanya paling sering muncul di sekitar pinggiran sungai yang di sekelilingnya penuh ditumbuhi dengan pepohonan atau di sekitar areal perkebunan mereka. Namun,mereka tidak tahu dengan pasti makhluk apakah yang mengeluarkan sinar cemerlang tersebut. Jika didekati, seolah-olah sinar itu meredup dan akhirnya menghilang begitu saja. Penampakan peri ini juga diungkapkan oleh Phyllis Bacon, seorang warga Inggris. Pertanyaan terus membayangi benaknya. Namun, perempuan berusia 55 tahun itu tidak dapat menemukan jejak penampakan bersayap perak yang ditemui di tamannya itu, selain foto yang berhasil diabadikan lewat kameranya.fotoperi2 Bacon mencoba mempelajari foto yang berhasil diambilnya berupa makhluk kecil yang bercahaya dan mengitari tamannya itu hingga akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa makhluk itu adalah peri. Bacon yang menetap dekat Croydon, South London, mengaku bahkan tidak mengarahkan matanya pada jendela bidik saat mengambil gambar itu. Bacon mengambil fotonya itu saat bercakap-cakap dengan kemenakannya di dapurnya seusai makan malam pada 2007. Merasa kagum dengan hasil jepretannya, Bacon membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mencari penjelasan rasional dari fotonya itu. Setelah mengakses internet untuk mengamati gambar kupu-kupu, ngengat, atau kumbang yang kemungkinan memiliki kemiripan dengan gambar tersebut, Bacon tetap tidak menemukan jawaban. "Saya rasa penampakan itu adalah peri," ujar Bacon, 2 hari setelah untuk pertama kalinya mempublikasikan foto itu. "Saat kuperlihatkan foto itu, tak seorang pun dapat memberikan kepastian jawaban terhadap penampakan tersebut," ujarnya. Kisah ini mengingatkan kembali pada kisah peri Cottingley yang diambil fotonya di sebuah taman West Yorkshire pada 1917. Saat itu, Elsi Wright (16) bersama sepupunya, Frances Griffiths, mengklaim telah mengabadikan gambar dari diri mereka yang tengah bermain dengan makhluk bersayap. Namun, beberapa dasawarsa kemudian, mereka mengakui bahwa penampakan di foto itu adalah karya guntingan gambar yang menyerupai sosok peri. Bacon sebelumnya merasa ragu untuk mengekspos secara luas foto itu karena khawatir dibilang mengada-ada. "Waku kecil, aku gemar dengan dongeng soal peri, tetapi saat itu aku tidak mengklaim pernah melihatnya," katanya. "Terus terang, saya belum tahu apa sebenarnya yang ada di foto itu dan saya dengan serius akan mendengarkan saran dari siapa pun. Namun, saya akan berpendapat bahwa penampakan itu adalah peri sampai ada yang dapat memberikan penjelasan meyakinkan," ujar Bacon. Beberapa pakar dan mereka yang skeptis terhadap penampakan peri hanya menjelaskan bahwa penampakan itu merupakan refleksi, kilatan cahaya, atau gangguan teknis pada kamera. Lagi-lagi, unsur magis dari hasil jepretan foto ini dikesampingkan. Karya Seni Apakah semua keterangan warga di beberapa wilayah itu dapat dipercaya? Ada beberapa pendapat yang berkembang, terutama yang terkait dengan penemuan jasad peri di Derbyshire yang menyatakan bahwa makhluk tersebut adalah karya seni Dan Baines, seorang seniman disainer ilusi-ilusi untuk para tukang sulap. Karya tersebut sedianya dibuat untuk tujuan April Mop, namun beredar luas sebagai hoax di Internet. Meski Baines sudah mencoba mengatakan hal tersebut adalah hoax belaka, namun orang-orang tidak mau negerti dan terus saja mempercayai hal tersebut adalah sebuah kenyataan. JONGJAVA.COM



Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terjemahkan