Kamis, 11 Oktober 2012

Mengungkap Tabir 'Bayi Alien'

Baru-baru ini banyak berita tentang kelahiran bayi berwujud aneh. Ada beberapa diantaranya yang menjadi perbincangan masyarakat luas seperti dua bayi yang disebut-sebut sebagai 'bayi berkepala ular' dan 'bayi alien'. Benarkah kelahiran mereka akibat kutukan atau akibat sang ibu berhubungan seks dengan makhluk halus? Berdasarkan penggalian dari beberapa sumber yang berkompeten, terutama yang terkait dengan penjelasan secara medis, secara singkat dapat dijelaskan bahwa kejadian ini benar-benar terjadi di Makkah. Dimana seorang ibu yang telah memiliki 2 orang anak perempuan (normal) melahirkan anak ketiganya yang juga perempuan dalam kondisi mengenaskan, yaitu mengidap penyakit aneh yang disebut Harlequin Ichthyosis. Pada awalnya penyakit ini di-issue-kan sebagai penyakit kutukan. Ini diperkuat dengan pengakuan ibu malang di Makkah tersebut, yang selalu mengatakan sambil bercanda bahwa dia sedang mengandung anak ular ketika ditanya oleh kerabat2nya. Hal ini dia lakukan karena 2 orang anak terdahulu berjenis kelamin perempuan, dan saat di USG oleh dokter anak ketiganya inipun berjenis kelamin perempuan, padahal dia sangat menginginkan anaknya lahir berjenis laki-laki. Issue tentang jenis penyakit inipun semakin berkembang kemana-mana, dan bahkan media menyebar-luaskan beritanya sebagai hasil persetubuhan manusia dengan alien. Dikatakan begitu karena bentuk bayi Harlequin Ichthyosis memang sangat menakutkan mirip seperti alien (tokoh hasil rekayasa animasi yang biasa kita liat di film2 fiksi).
Pada tahun 2005 Queen Mary’s Institute of Cell and Molecular Science melakukan penelitian dan menyatakan bahwa penyakit ini adalah penyakit kulit (inherited disease) yang disebut dengan Ichthyosis. Penyakit ini terjadi pada saat kelahiran dimana terjadinya pengerasan pada permukaan kulit karena berlebihannya kadar keratin. Pada beberapa kasus hal ini muncul pada semua permukaan kulit sehingga mengganggu pertumbuhan sel yang abnormal pada sekitar mata, mulut dan telinga. Penyebabnya bisa karena berbagai faktor. Menurut Professor David Kelsell dari Centre for Cutaneous Research adalah karena terjadi mutasi pada gen. Hal ini berawal dari adanya kontaminasi yang disebabkan bakteri/virus pada janin. Penderita Ichthyosis masih dapat tumbuh dan hidup walaupun perlu mendapat perhatian khusus dari kedua orangtuanya. Dari kasus yang ada, para penderita Ichthyosis mengalami berat badan yang tidak seimbang dengan usia yang sebenarnya, sehingga pertumbuhan badannya lebih membutuhkan waktu yang lama. Disisi lain pertumbuhan kulit lebih cepat dari yang lainnya sehingga memang harus selalu dikontrol. Juga terjadi gangguan pada pendengaran dan mata. Itulah sebabnya penderita selalu menggunakan kaca mata sejak usia dini. Yang pasti ini bukanlah penyakit “kutukan”. Tetapi memang karena adanya gangguan kesehatan ketika di dalam kandungan sang ibu. JONGJAVA.COM



Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terjemahkan